Ilustrasi cetak kartu vaksin covid-19
Ilustrasi cetak kartu vaksin covid-19 ( )
Ilustrasi cetak kartu vaksin covid-19 ((Tokopedia/Snappy) )

Cetak Kartu Vaksin Covid-19 Jadi Tren, Ini Alasan Kamu Tidak Perlu Mencetaknya!

Dita Tamara - Jumat, 27 Agustus 2021 | 15:10 WIB

Sonora.ID – Setelah melakukan vaksinasi Covid-19 masyarat mendapatkan sertifikat baik dosis pertama maupun dosis kedua.

Namun, baru-baru ini muncul tren cetak vaksin Covid-19 dengan banyak bermunculan jasa cetak kartu vaksin.

Dimana jasa ini menawarkan kemudahan bagi masyarakat untuk memenuhi syarat perjalanan maupun mengakses layanan publik.

Rupanya, tren cetak vaksin Covid-19 ini tidak perlu dilakukan karena rawan penyalahgunaan. Nah, berikut ini alasan tidak perlu mencetak kartu vaksin.

Melansir dari laman kontan.co.id, berikut ini ulasan selengkapnya:

Risiko penyalahgunaan data

Mencetak sertifikat vaksin dalam bentuk kartu sangat berisiko terhadap penyalahan data karena sertifikat vaksin berisi informasi data diri penting seperti:

- Nama lengkap yang dicantumkan pada sertifikat

- Nomor Induk Kependudukan (NIK)

- Tanggal lahir

- Kode batang (barcode)

- ID

- Tanggal vaksin diberikan

- Informasi vaksinasi dosis ke berapa

- Merek vaksin yang diperlukan

- Nomor batch vaksin

- Pernyataan kesesuaian dengan peraturan Menteri Kesehatan Indonesia

Mencetak sertifikat vaksin menggunakan jasa cetak juga berisiko kebocoran data pribadi dimana penyedia jasa menyalahgunakan data Anda seperti pinjaman online maupun tindak kriminal lainnya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Menurun, Menag akan Lobi Arab Saudi Terima Jamaah Indonesia



Video Pilihan
artikel terkait
komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Terkini